Pesona Danau Siran Muara Kaman, Raja Ampatnya Kukar
(Danau Siran, Muara
Kaman, Kutai Kartanegara)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR-Meningkatnya
pemanfataan kekayaan alam sebagai tempat wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara
(Kukar) terus berkembang secara masif, yang dikelola oleh masing masing
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dimasing masing desa atau wilayah.
Salah
satunya Pokdarwis Danau Siran yang selama ini telah mengembangkan wisata Danau
Siran, wisata yang terletak di Desa Muara Siran, kecamatan Muara Kaman ini
memiliki pesona yang cukup indah dan digadang-gadang sebagai Raja Amptanya
kabupaten Kukar.
Danau
ini memiliki luasan kurang lebih 9.000 hektare, dan memanjakan mata dengan
keindahan alamnya yang asri. Para pengunjung dapat mengelilingi Danau Siran
dengan perahu dayung sambil mengabadikan momen dengan berfoto. Tidak hanya itu
wisatawan dapat menginap sekaligus menikmati pemandangan matahari terbit dan
matahari terbenam.
“
Untuk kunjungan wisata kami menyediakan paketnya, kemudian ada penginapan atau
homestay yang disediakan warga. Lalu ada view danau yang indah dan pengunjung
bisa main canoe (perahu dayung) di hutan gambut dengan tenang seperti di Raja
Ampat.” Ungkap Heri Fadli, Ketua Pokdarwis Danau Siran PoskotaKaltim Rabu,
(6/3/2024).
Diungkapkan
Heri pada tahun 2023 lalu wisata Danau Siran sempat ditutup, hal ini lantaran
kemarau yang cukup panjang, namun saat ini sudah dibuka kembali. Tidak hanya berfokus
terhadap pengelolaan wisata Danau Siran namun kelompok Pokdarwis ini juga
melakukan pemberdayaan terhadap warga setempat.
“Untuk
pemberdayaan warga, Kita bekerjasama melalui penyediaan homestay, tarifnya
tergantung juga, misal penjemputan dari kecamatan ada paketan, tarifnya untuk
tujuh orang itu biaya transport 1,4 juta, langsung masuk ke danau. Tapi untuk
tiket masuk kita patok lima ribu saja.” jelasnya.
Heri
mengungkapkan kedepanya Pokdarwis ini akan melakukan inovasi untuk pengembangan
Danau Siran yaitu dengan penambahan pohon resau, menata ulang agar lebih bagus
dan terlihat cantik. Dan akan ada rencana menambah gazebo, menara agar
wisatawan dapat melihat sunset dan melihat hutan gambut.
Danau
Siran sudah resmi beroperasi sejak tahun 2022. Kendati demikian Pokdarwis Danau
Siran berharap akses jalan menuju tempat wisitu dapat diperbaiki, sebab Danau
Siran merupakan wisata yang memiliki potensi alam yang sangat menjual.
“Jadi
jalan darat penghubung antar desa menuju tempat kami itu sangat diperlukan.
Karena saat ini jalan penguhubung darat masih sulit, dan membuat biaya wisata
mahal. Jadi kami meminta agar ada akses penghubung dari Bukit Jering ke tempat
kami. Karena dari Tenggarong saja ke kecamatan itu minimal 2,5 jam. Dari Muara
Siran ke kecamatan jemputnya 40 menitan. Baru dari kampung ke danau itu 40
menitan juga. Tentu ini mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan,” tutur Heri
Ia
mengungkapkan selama ini Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata Kukar juga mendukung pengelolaan wisata ini, dan
memberikan bantuan dalam bentuk peningkatan SDM Pokdarwis yang merupakan
pengelola wisata Danau Siran. (adv/*tan)